Friday, 25 May 2012

KISAH NYATA WAFAT NYA SEORANG MUKMIN YANG TAAT KEPADA ALLAH.SWT

Posted by RURY AFRINA at 5/25/2012 03:53:00 pm
KISAH NYATA WAFAT NYA SEORANG MUKMIN YANG TAAT KEPADA ALLAH.SWT Usia istri Yaqin masih sangat muda, sekitar 19 tahun. Sedangkan usia Yaqin waktu itu sekitar 23 tahun, Tetapi mereka sudah berkomitmen untuk menikah. Istrinya Yaqin tak hanya cantik, putih, murah senyum dan tutur katanya halus, NAMUN DIA JUGA HAFAL QUR’AN di usia yang relatif sangat muda.. Subhanallah. Sejak awal menikah, ketika memasuki bulan kedelapan di usia pernikahan mereka, istrinya sering muntah-muntah dan pusing silih berganti… Awalnya mereka mengira“morning sickness” karena waktu ituistrinya hamil muda. Akan tetapi, selama hamil bahkan setelah melahirkanpun istrinya masih sering pusing dan muntah-muntah. Ternyata itu akibat dari penyakit ginjal yang dideritanya dansemakin parah. Istrinya harus menjalani rawat inap, istrinya semakin kurus, bahkan beratbadannya hanya 27 KG Karena harus cuci darah setiap 2 hari sekali dengan biaya jutaan rupiah untuk sekali cuci darah. Namun Yaqin tak peduli berapapun biayanya, yang terpenting istrinya bisa sembuh. Suatu ketika , istri Yaqin sudah membaik dan diperbolehkan pulang.Memasuki akhir Ramadhan, tiba-tibasaja istrinya merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya, sangat sakiiit hingga diantar ke rumah sakit. Tiba-tiba pandangan istri Yaqin menjadi kabur, dan saat dia ingin mengulang hafalan Qur’an-nya, Yaqin memasukkan MP3 Qur’an di handphone sederhana milik mereka.Ummi senang mengulangi hafalan Qur’an-nya, bahkan sampai tertidur. Ini dilakukan istrinya karena orang sakit disamping mendapat beban derita, dia juga selalu digoda syaitanuntuk melupakan Allah, makanya Ummi ingin baca Qur’an agar selalu ingat Allah. “Bi, tadi malam Ummi mimpi. Ummi duduk disebuah telaga, lalu ada yang memberi Ummi minum. Rasanya enaaak sekali, dan tak pernah Ummi rasakan minuman seenak itu. Sampai sekarangpun, nikmatnya minuman itu masih Ummirasakan” “Itu tandanya Ummi akan segera sembuh.” Yaqin menghibur dirinya sendiri, karena terus terang dia sangat takut kehilangan istri yang sangat dicintainya itu. Yaqin mencoba menghibur istrinya: “Mi… Ummi mau tak belikan baju baru ya?? Buat dipakai lebaran.” “Nggak usah, Bi. Ummi nggak ikut lebaran kok” jawabnya singkat. ”Oh iya Mi, Abi beli obat untuk Ummi dulu ya…??” Setelah cukup lama dalam antrian yang lumayan panjang, tiba-tiba dia ingin menjenguk istrinya yang terbaring sendirian. Langsung dia menuju ruangan istrinya tanpa menghiraukan obat yang sedang diracik dan sudah dibelinya. Tapi betapa terkejutnya dia ketika kembali, Banyak perawat dan dokteryang mengelilingi istrinya. “Ada apa dengan istriku??.” tanyanya setengah membentak. “Ini pak, infusnya tidak bisa masuk meskipun sudah saya coba berkali-kali.” jawab perawat yang mengurusnya. Akhirnya, tidak ada cara lain selain memasukkan infus lewat salah satu kakinya. Alat bantu pernafasanpun langsung dipasang di mulutnya. Setelah perawat-erawat itu pergi, Yaqin melihat air mata mengalir dari mata istrinya yang terbaring lemah tak berdaya. “Bi, kalau Ummi meninggal, apa Abi akan mendoakan Ummi?” “Pasti Mi… Pasti Abi mendoakan yang terbaik untuk Ummi.” Hatinya seakan berkecamuk. “Doanya yang banyak ya Bi” “Pasti Ummi” “Jaga dan rawat anak kita dengan baik.” Tiba-tiba tubuh istrinya mulai lemah,semakin lama semakin lemah. Yaqin membisikkan sesuatu di telinganya, membimbing istrinya menyebut nama Allah. Lalu dia lihat bagaimana sekarat maut menghampiri istrinya. Kaki istrinya bergerak lemah, lalu berhenti. Lalu perut istrinya bergerak, lalu berhenti. Kemudian dadanya bergerak, lalu berhenti. Lehernya bergerak, lalu berhenti. Kemudian matanya…. Dia peluk tubuh istrinya, dia mencoba untuk tetap tegar. Tapi beberapa menit kemudian air matanya tak mampu iabendung lagi… Setelah itu, Yaqin langsung menyerahkan semua urusan jenazahistrinya ke perawat. Karena dia sibukmengurus administrasi dan ambulan.Waktu itu dia hanya sendiri, kedua orang tuanya pulang karena sudah beberapa hari meninggalkan cucunya di rumah. Setelah semuanya selesai, dia kembali ke kamar menemui perawat yang mengurus jenazah istrinya: “Pak, ini jenazah baik.” kataperawat itu. Dengan penasaran dia balik bertanya: “Dari mana ibu tahu???” “Tadi kami semua bingung siapa yang memakai minyak wangi di ruangan ini?? Setelah kami cari-cari ternyata bau wangi itu berasal dari jenazah istri bapak ini.” “Subhanallah…” Tahukah sahabatku, … Apa yang dialami oleh istri Yaqin saat itu? Tahukah Saudaraku, dengan siapa iaberhadapan? Kejadian ini mengingatkan pada suatu hadits: “Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut ‘alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: “Wahai jiwa yang baik, bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah”. Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalirdari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikatyang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangan Malaikat Maut. Para malaikat segera mengambil ruhorang mukmin itu dan membungkusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga. Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang belum pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: “Ruh siapakah ini, begitu harum?” Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup didunia ia pernah dipanggil dengannya).” (HR.Imam Ahmad, dan Ibnu Majah) “Sungguh sangat singkat kebersamaan kami di dunia ini, akantetapi sangat banyak bekal yang dia bawa pulang. Biarlah dia bahagia di sana” Air matapun tak terasa mengalir deras dari pipi Yaqin. Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-nya Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika ini bermanfaat …. # BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#

0 comments:

Post a Comment

 

Sweet Candies ^-^ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review